| Mabuk Pagi, Ibu Hamil Bisa Kurang Gizi
|
 |
 |
|
Tuesday, 01 April 2008
Berbadan dua tidak berarti si ibu harus mengonsumsi makanan dua kali lipat
jumlahnya. "Makan untuk berdua" lebih tepat dipahami sebagai
memenuhi kebutuhan zat-zat gizi yang lebih tinggi dari sebelumnya, agar ibu
sehat dan bayi lahir sehat dan cerdas. Tapi, gara-gara morning sickness,
ibu hamil sering mengabaikan kebutuhan gizi.
 |
|
Dok. Nakita |
Awal kehamilan ditandai dengan berhentinya haid disusul dengan perubahan
fisik lainnya. Perubahan muncul pada minggu ke-5 sampai ke-6 masa kehamilan
karena hormon-hormon kehamilan dalam tubuh mulai aktif bekerja. Payudara
mulai terasa lebih berisi, kenyal, dan sensitif. Setelah genap dua minggu
tidak haid, biasanya timbul sejumlah benjolan kecil pada arcola
(daerah hitam sekitar puting) disertai pembuluh darah yang tampak lebih
nyata pada payudara. Gejala berikutnya, kebiasaan sering buang air kecil,
tidak hanya siang tapi juga malam hari.
Saat kehamilan memasuki usia empat bulan, umumnya terjadi morning
sickness, ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, dan mual bahkan
sampai muntah di pagi hari atau bahkan sepanjang hari. Namun, "mabuk
pagi" ini sifatnya individual; gejala itu cuma dialami 50 - 90% wanita.
Ketika morning sickness muncul itulah banyak ibu atau calon ibu
sering (tak sengaja) mengabaikan kebutuhan gizinya. Padahal, pada trimester
pertama ini kebutuhan gizi justru perlu perhatian lebih, baik dari segi
jumlah maupun mutu makanannya.
|
| Read more... |
|