Menu Utama
Home
Berita
Weblinks
Contact
Search
Events
Gallery
Downloads
Forum
Site Map
FAQ
Administrator
Login
Username

Password

Remember me
Forgotten your password?

RSS

Event Calendar
<< Prev Jan 2009 Next >>
M T W T F S S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  
Kematian akibat kehamilan masih sulit ditangani E-mail Print
Tuesday, 01 April 2008

Sebuah laporan menunjukkan bahwa angka kematian yang terkait dengan kehamilan meningkat pesat di beberapa negara berkembang. Untuk itu PBB melakukan beberapa intervensi untuk mengurangi jumlah tersebut.

Namun sayangnya target PBB untuk mengurangi angka kematian akibat kehamilan di negara-negara berkembang rupanya masih jauh dari sasaran.

Tahun lalu saja, angka kematian akibat kehamilan berkisar antara 515 ribu jiwa dan 99% di antaranya terjadi di negara-negara berkembang. Meskipun demikian berapa tepatnya angka kematian tersebut masih belum diketahui, karena beberapa bukti mengindikasikan masih banyak angka kematian yang belum dilaporkan.

Menurut laporan PBB tersebut Indonesia dan beberapa negara lainnya seperti Bolivia, Maroko, dan Togo, dianggap sudah mengalami beberapa perbaikan yang bermakna. Beda dengan Afrika yang belum mengalami perubahan berarti. Angka prosentase kelahiran bayi yang ditangani pekerja kesehatan yang terlatih itulah yang digunakan sebagai patokan untuk mengukur keberhasilan dalam mengurangi tingkat kematian yang terkait dengan kehamilan.

Read more...

55 Views, 0 Comments

Kurang Gizi pada Ibu Hamil: Ancaman pada Janin E-mail Print
Tuesday, 01 April 2008
Oleh : Wiku AndonotopoM.D dan Muhamad Thohar Arifin, MD
Pendahuluan

Krisis energi yang berakibat menurunnya daya beli masayarakat terutama kelompok dibawah garis kemiskinan akan memicu masalah yang lebih besar pada masa depan bangsa. Ibu hamil serta janinya rentan terhadap dampak krisis energi yang sedang terjadi. Asupan nutrisi saat ibu hamil akan sangat berpengaruh pada outcome kehamilan tersebut.

Kehidupan manusia dimulai sejak masa janin dalam rahim ibu. Sejak itu, manusia kecil telah memasuki masa perjuangan hidup yang salah satunya menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang mengandungnya. Jika zat gizi yang diterima dari ibunya tidak mencukupi maka janin tersebut akan mempunyai konsekuensi kurang menguntungkan dalam kehidupan berikutnya. Sejarah klasik tentang dampak kurang gizi selama kehamilan terhadap outcome kehamilan telah didokumentasikan oleh (Stein & Susser 1975). Masa paceklik di Belanda "The Dutch Fainine" yang berlangsung pada tahun 1944-1945, telah m?mbawa dampak yang cukup serius terhadap outcome kehamilan. Fenomena the Dutch Famine menunjukkan bahwa bayi-bayi yang masa kandungannya (terutama trimester 2 dan 3) jatuh pada saat-saat paceklik mempunyai rata-rata berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan berat placenta yang lebih rendah dibandingkan bayi-bayi yang masa kandungannya tidak terpapar masa paceklik dan hal ini terjadi karena adanya penurunan asupan kalori, protein dan zat gizi essential lainnya. (Stein & Susser 1975). Uraian di bawah akan membahas dampak buruk kekurangan asupan zat gizi pada kehamilan dan bagaimana pencegahannya.
Read more...

591 Views, 0 Comments

Makanan Ibu Hamil E-mail Print
Tuesday, 01 April 2008

Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak hamil.

Kegunaan makanan tersebut adalah :

  1. Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.
  2. Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.
  3. Agar supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas.
  4. Guna mengadakan cadangan untuk masa laktasi

Caranya :

  1. Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
  2. Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.
  3. Pergunakan aneka ragam makanan yang ada.
  4. Pilihlah, belilah, berbagai macam bahan makanan yang segar. 
Berapa banyak makanan yang dibutuhkan 
Bila kondisi badan si ibu tidak terganggu maka jumlah atau besar makanan yang dapat dimakan ialah seperti tercantum pada lampiran. Namun bila terjadi gangguan masa kehamilan maka dapat diatur sebagai berikut :
Read more...

328 Views, 0 Comments

Rp 56 Miliar untuk Tangani Gizi Buruk di NTT E-mail Print
Tuesday, 01 April 2008

Kupang, NTT Online - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), memerlukan dana sebesar Rp56 miliar untuk menangani masalah gizi buruk yang melanda anak di bawah lima tahun (balita) di daerah itu. Usulan dana itu sudah disampaikan sejak tahun 2007 lalu, tetapi sejauh ini belum ada respon dari pemerintah pusat, padahal masalah gizi buruk di daerah ini sudah sangat kompleks, kata Kepala Seksi Penanganan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Maxi Taopan, di Kupang, Sabtu, terkait penanganan gizi buruk di NTT.

"Masalah gizi buruk di NTT sudah sangat kompleks. Tahun 2007 lalu kami sudah usulkan dana sebesar Rp56 miliar ke Menko Kesra tetapi sampai saat ini belum ada jawaban," katanya.

Dana tersebut kata dia, diperuntukkan bagi pemberian makanan tambahan (PMT), revitalisasi posyandu dan dukungan operasional bagi petugas pada posyandu-posyandu agar tetap melaksanakan tugas secara rutin.
Read more...

87 Views, 0 Comments

Mabuk Pagi, Ibu Hamil Bisa Kurang Gizi E-mail Print
Tuesday, 01 April 2008
Berbadan dua tidak berarti si ibu harus mengonsumsi makanan dua kali lipat jumlahnya. "Makan untuk berdua" lebih tepat dipahami sebagai memenuhi kebutuhan zat-zat gizi yang lebih tinggi dari sebelumnya, agar ibu sehat dan bayi lahir sehat dan cerdas. Tapi, gara-gara morning sickness, ibu hamil sering mengabaikan kebutuhan gizi.

Dok. Nakita

Awal kehamilan ditandai dengan berhentinya haid disusul dengan perubahan fisik lainnya. Perubahan muncul pada minggu ke-5 sampai ke-6 masa kehamilan karena hormon-hormon kehamilan dalam tubuh mulai aktif bekerja. Payudara mulai terasa lebih berisi, kenyal, dan sensitif. Setelah genap dua minggu tidak haid, biasanya timbul sejumlah benjolan kecil pada arcola (daerah hitam sekitar puting) disertai pembuluh darah yang tampak lebih nyata pada payudara. Gejala berikutnya, kebiasaan sering buang air kecil, tidak hanya siang tapi juga malam hari.

Saat kehamilan memasuki usia empat bulan, umumnya terjadi morning sickness, ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, dan mual bahkan sampai muntah di pagi hari atau bahkan sepanjang hari. Namun, "mabuk pagi" ini sifatnya individual; gejala itu cuma dialami 50 - 90% wanita.

Ketika morning sickness muncul itulah banyak ibu atau calon ibu sering (tak sengaja) mengabaikan kebutuhan gizinya. Padahal, pada trimester pertama ini kebutuhan gizi justru perlu perhatian lebih, baik dari segi jumlah maupun mutu makanannya.

Read more...

425 Views, 0 Comments

Kilas Berita
Yesterday all servers in the U.S. went out on strike in a bid to get more RAM and better CPUs. A spokes person said that the need for better RAM was due to some fool increasing the front-side bus speed. In future, busses will be told to slow down in residential motherboards.

Designed by:
Web hosting directory Wordpress themes
Webhosting services